Sekolah Ramah Anak (SRA) lahir dari dua hal besar yaitu adanya amanat yang harus diselenggarakan Negara untuk memenuhi hak anak sebagaimana tercantum dalam konvensi Hak Anak yang telah di Ratifikasi Indonesia pada Tahun 1990, juga adanya tuntutan dari Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak yang jelas pada pasal 54 yang berbunyi : ” (1) Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang di lakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik atau pihak lain”. Di ayat dua dinyatakan sebagai berikut : ” (2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah atau masyarakat.

Sekolah Ramah Anak lahir juga tidak terlepas dari adanya Program untuk mengembangkan Kota Layak Anak karena di dalam Kota Layak Anak pemenuhan 31 Hak anak salah satunya melalui adanya Sekolah Ramah Anak.

Di kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sekolah Ramah Anak Pada Tahun 2021 berjumlah 14 Sekolah yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk mengetahui apakah ada dampak terhadap penurunan jumlah kekerasan yang terjadi disekolah maka perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap Sekolah Ramah Anak.

Peserta Kegiatan Penyediaan Layanan Peningkatan Kualitas Hidup Anak Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2021 berjumlah 13 Sekolah Ramah Anak yaitu SDN 5/V Kuala Tungkal, SDN 18/V Kuala Tungkal, SDN 04 /V Kuala Tungkal, SDN 157 /V Kuala Tungkal, SDN 28 /V Bram Itam Kanan, SDN 71 /V Pematang Buluh, MIN 1 Tanjung Jabung Barat, MTSN 1 Tanjung Jabung Barat, SMPN 1 Kuala Tungkal, SMPN 4 Kuala Tungkal, MAN 1 Tanjung Jabung Barat, MAN 2 Tanjung Jabung Barat.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.