Forum Anak Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan sebuah Wadah organisasi anak yang dibentuk dan dikelola oleh anakuntuk berpartisipasi dalam pembangunan dengan membawa visi mewujudkan anak-anak Kabupaten Tanjung jabung Barat bertaqwa, sehat, cerdas dan kreatif .

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tanjung jabung Barat Bidang Perlindungan Anaktelah melaksanakan kegiatan pertemuan Forum Anak Daerah Kabupaten pada tanggal 23 s/d 24 Maret 2017  yang diikuti sebanyak 45 orang anak-anak dibawah umur 18 tahun dari tingkat SMP/MTS, SMA/SMK/MAN, di 13 Kecamatan Se-Kabupaten Tanjung Jabung

Pelaksanaan Pertemuan Forum Anak  Kabupaten ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak didaerah sehingga anak dapat menghimpun, merumuskan dan menyalurkan pendapat anak dalam bentuk aspirasi, padangan dan rekomendasi terhadap masalah-masalah yang dihadapi anak-anak di Kabupaten, Kecamatan, Desa/Kelurahan serta bentuk-bentuk penanganan yang dilakukan oleh pemerintah guna pemenuhan kebutuhan hak anak.

Peserta yang ikut dalam kegiatan  Pertemuan Forum Anak Daerah Kabupaten ini telah masuk dalam kepengurusan sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Tanjung Jabung Barat Nomor :414/474/DP3AP2KB/2017 tanggal 20 April 2017 tentang Pengurus Forum Anak Kabupaten Tanjung Jabung Barat Periode 2017-2018 dan telah dikukuhkan oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tanjung Jabung Barat Pada tanggal 8 Juni 2017.

Anak-anak yang terpilih menjadi pengurus Forum Anak  telah memiliki potensi, kompetensi dan talenta yang baik dan mendapat kesempatan untuk mengikuti Pertemuan Forum Anak Provinsi Jambi dimana Pemkab Tanjab Barat melalui Dinas P3AP2KB Kab. Tanjab Barat telah mengirim 3 (tiga) orang Pengurus FAD Kab. Tabjab Barat terdiri dari Ketua FAD (Yovian Reynard Stanley dari SMA N 1 Kuala Tungkal), Sekretaris (Tri Kusuma dari SMA N 2 Kuala Tungkal) dan Wakil Sekretaris(Fathur Rahman dari MAN 1 Kuala Tungkal) FAD pada tanggal 03  s/d 05 Mei 2017 bertempat di Hotel Ratu Jambi.

Ketua Forum Anak Daerah Kab. Tanjab Baratjuga telah terpilih menjadi peserta Forum Anak Nasional  2017 di Kota Pekanbaru, Riau. Dengan mengangkat tema kebhinekaan dan keberagaman,  pelaksanaan Forum Anak Nasional diselenggarakan selama empat hari mulai Rabu, 19 Juli 2017 hingga Minggu, 23 Juli 2017, di Hotel Labersa, Pekanbaru  sebanyak seribu peserta yang diikuti  anak-anak berasal dari 34 provinsi dari penjuru nusantara bersatu dalam satu wadah diskusi untuk memecahkan persoalan diskriminasi dan perbedaan yang saat ini marak terjadi di Indonesia. Dan kegiatan  Forum Anak Nasional 2017 ini merupakan satu dari rangkaian Hari Anak Nasional di Provinsi Riau. Dimana Presiden RI Joko Widodo telah hadir pada acara puncak, Minggu, 23 Juli 2017.

PPHA LANJUTAN

GN-AKSA merupakan singkatan dari Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual terhadap Anakberdasarkan INPRES No. 5 Tahun 2014. Inpres ini diharapkan akan mendorong para aparat penegak hukum agar lebih bernyali dalam memberantas kejahatan seksual terhadap anak sesuai dengan fungsi dan kewenangannya.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan kekerasan seksual terhadap anak yang sungguh memprihatinkan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tanjung jabung Barat telah melaksanakan kegiatanSosialisasi GN-AKSAdi Kecamatan Batang AsamPada tanggal 2 April 2017 dan kecamatan Pengabuan Pada tanggal 26 April 2017 dengan masing – masing Kecamatan mengundang 30 peserta dari  tokoh agama, organisasi masyarakat, dan anak sekolah.

Bahasan utama kegiatan ini bersentuhan langsung dengan kehidupan berkeluarga. Dalam sosialisasi tersebut membahas tentang :

  • Dasar Hukum Perlindungan terhadap anak yaitu UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan perubahan UU No. 35 Tahun 2014.

  • Hal-hal praktis yang bisa dilakukan orang tua.Untuk menjaga ketahanan keluarga dan menjalin komunikasi yang baik dalam keluarga.

  • Bagaimana sikap orang tua/keluarga jika ada dengan terjadinya kekerasan seksual terhadap anak. Contoh tindak kekerasan seksual terhadap anak.

Apabila terjadi kasus kekerasan seksual terhadap anak segera melapor keTim Pelayananan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan anak (P2TP2A) untuk diberi penanganan baik layanan kesehatan, layanan konseling, layanan pengaduan, layanan pengolaan data, layanan rumah aman, layanan rujukan bantuan hukum.